Tampilkan postingan dengan label Sistem Informasi Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Informasi Manajemen. Tampilkan semua postingan

Sistem Informasi Manajemen di Bidang Kesehatan

A.    Pengantar dan Pengertian Sistem Informasi Kesehatan

Sistem informasi kesehatan merupakan suatu pengelolaan informasi di seluruh seluruh tingkat pemerintah secara sistematis dalam rangka penyelengggaraan pelayanan kepada masyarakat.
Jaringan sistem pelayanan kesehatn tersebut memerlukan sistem informasi  yang saling mendukung dan terkait, sehingga setiap kegiatan dan program kesehatan yang dilaksanakan dan dirasakan oleh masyarakat dapat diketahui, difahami, diantisipasi dan di kelola dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian sangat dibutuhkan sekali dibangunnya sistem informasi kesehatan yang terintegrasi baik di dalam sektor kesehatan (antar program dan antar jenjang)

B. Konsep-konsep Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan
Sistem informasi kesehatan harus dibangun untuk mengatasi kekurangan maupun ketidakkompakan antar badan kesehatan. Dalam melakukan pengembangan sistem informasi secara umum, ada beberapa konsep dasar yang harus dipahami oleh para pengembang atau pembuat rancang bangun sistem informasi (designer). Konsep-konsep tersebut antara lain:

1.     Sistem informasi tidak identik dengan sistem komputerisasi
Pada dasarnya sistem informasi tidak bergantung kepada penggunaan teknologi komputer. Sistem informasi yang memanfaatkan teknologi komputer dalam implementasinya disebut sebagai Sistem Informasi Berbasis Komputer (Computer Based Information System). Pada pembahasan selanjutnya, yang dimaksudkan dengan sistem informasi adalah sistem informasi yang berbasis komputer. Isu penting yang mendorong pemanfaatan teknologi komputer atau teknologi informasi dalam sistem informasi suatu organisasi adalah :
a. Pengambilan keputusan yang tidak dilandasi dengan informasi.
b. Informasi yang tersedia, tidak relevan.
c. Informasi yang ada, tidak dimanfaatkan oleh manajemen.
d. Informasi yang ada, tidak tepat waktu.
e. Terlalu banyak informasi.
f. Informasi yang tersedia, tidak akurat.
g. Adanya duplikasi data (data redundancy).
h. Adanya data yang cara pemanfaatannya tidak fleksibel.

2. Sistem informasi organisasi adalah suatu sistem yang dinamis.
Dinamika sistem informasi dalam suatu organisasi sangat ditentukan oleh dinamika perkembangan organisasi tersebut. Oleh karena itu perlu disadari bahwa pengembangan sistem informasi tidak pernah berhenti.

3. Sistem informasi sebagai suatu sistem harus mengikuti siklus hidup sistem
Seperti lahir, berkembang, mantap dan akhirnya mati atau berubah menjadi sistem yang baru. Oleh karena itu, sistem informasi memiliki umur layak guna. Panjang pendeknya umur layak guna sistem informasi tersebut ditentukan diantaranya oleh:
a.     Perkembangan organisasi tersebut
Makin cepat organisasi tersebut berkembang, maka kebutuhan informasi juga akan berkembang sedemikian rupa sehingga system informasi yang sekarang digunakan sudah tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan organisasi tersebut.
b.    Perkembangan teknologi informasi
Perkembangan teknologi informasi yang cepat menyebabkan perangkat keras maupun perangkat lunak yang digunakan untuk mendukung beroperasinya sistem informasi tidak bisa berfungsi secara efisien dan efektif. Hal ini disebabkan:
1)      Perangkat keras yang digunakan sudah tidak di produksi lagi, karena  eknologinya ketinggalan jaman (outdated) sehingga layanan pemeliharaan perangkat keras tidak dapat lagi dilakukan oleh perusahaan pemasok perangkat keras.
2)      Perusahaan pembuat perangkat lunak yang sedang digunakan, sudah mengeluarkan versi terbaru. Versi terbaru itu umumnya mempunyai feature yang lebih banyak, melakukan optimasi proses dari versi sebelumnya dan memanfaatkan feature baru dari perangkat keras yang juga telah berkembang. Meskipun pada umumnya, perusahaan pengembang perangkat keras maupun perangkat lunak tersebut, mecoba menjaga kompatibilitas dengan versi terdahulu, namun kalau dilihat dari sisi efektivitasnya, maka pemanfaatan infrastruktur tersebut tidak efektif. Hal ini disebabkan karena feature-feature yang baru tidak termanfaatkan dengan baik. Mengingat perkembangan teknologi informasi yang berlangsung dengan cepat, maka para pengguna harus sigap dalam memanfaatkan dan menggunakan teknologi tersebut. Konsekuensi dari pemanfaatan teknologi informasi tersebut adalah:
1)    Dalam melakukan antisipasi perkembangan teknologi, harus tepat.
2)    Harus selalu siap untuk melakukan pembaharuan perangkat keras maupun perangkat lunak pendukungnya, apabila diperlukan.
3)    Harus siap untuk melakukan migrasi ke sistem yang baru.

Hak Sosial dan Komputer

Bagi seorang pengguna (user) komputer tidak lebih daripada sebuah blackbox (kotak hitam) yang menjalankan fungsi-fungsi tertentu sesuai dengan kebutuhan. Seperti halnya manusia yang terdiri dari jiwa dan raga, komputer dapat bekerja karena adanya perpaduan antara perangkat keras dan perangkat lunak (hardware dan software) yang terintegrasi. Sesuai dengan karakteristiknya, perangkat keras diproduksi oleh pabrik-pabrik manufaktur yang besar, dimana memiliki mekanisme pengecekan kualitas produk yang harus disepakati dan diaatai. Namun hal yang serupa tidak berlaku bagi perangkat lunak yang dapat diproduksi oleh siapa saja, mulai dari programmer amatir sampai dengan yang profesional. Lepas daripada siapa yang bertugas untuk merencanakan dan mengembangkan suatu aplikasi atau perangkat lunak tertentu, beberapa prinsip dasar etika harus dipenuhi agar tidak merugikan perusahaan dimana perangkat lunak tersebut diimplementasikan. etika ini sendiri merupakan pelengkap dari tiga prinsip yang harus ditegakkan dalam implementasi dunia komputer agar tidak mengganggu tatanan sosial dan kemasyarakatan, yaitu: etika, moral, dan hukum. 

Bukanlah suatu hal yang berlebihan jika dikatakan bahwa komputer merupakan alat sosial karena kenyataannya bahwa teknologi tersebut dipergunakan secara intensif pada berbagai komunitas masyarakat seperti institusi, organisasi, perusahaan, dan lain sebagainya. Seperti halnya pada alat-alat sosial yang lain, pemanfaatan teknologi komputer dapat secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap tatanan kehidupan masyarakan yang menggunakannya. Selain dibutuhkan moral - yang didefinisikan sebagai suatu prinsip perilaku benar dan salah (Beauchamp et.al., 1983) - dan hukum, etika memegang peranan yang sangat penting. James H. Moor mendefinisikan etika komputer sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial teknologi kompter, serta formulasi dan justrifikasi kebijakan dalam menggunakan teknologi tersebut secara etis (Slater, 1991 and Lacayo, 1991).

Komputer merupakan peralatan yang begitu penuh daya sehingga tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Tanpa kita sadari, komputer telah berperan di masyarakat. Hal ini berlaku di negara maju maupun di negara yang sedang berkembang di Indonesia. Yang membedakan komputer dengan produk lainnya adalah kemampuannya untuk dapat diprogram guna melaksanakan berbagai macam tugas dengan kecepatan dan ketelitian yang tinggi. Selain itu, komputer tidak hanya membantu melaksanakan pekerjaan, akan tetapi mengubah cara kerja dan sekaligus menimbulkan tantangan dan permasalahan baru dalam lingkungan. Menurut Deborah Johnson, Profesor dari Renssealer Polytechnic Institute, mengemukakan bahwa masyarakat memiliki :

Siklus Hidup Sistem


            Metodologi adalah suatu cara yang disarankan untuk melakukan suatu hal. Pendekatan sistem adalah metodologi dasar untuk memecahkan masalah. Siklus hidup sistem (System Life Cycle-SLC) adalah penerapan pendekatan sistem untuk pengembangan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer.
            Terdapat tahap-tahap siklus hidup, yaitu :
1.      Tahap perencanaan
2.      Tahap analisis
3.      Tahap rancangan
4.      Tahap penerapan
5.      Tahap penggunaan
Empat tahap yang pertama dinamakan siklus hidup pengembangan system karena dilakukan bersamaan. Tahap yang kelima berlangsung sampai sampai sudah waktunya untuk merancang sistem itu kembali.
Pengelolaan Siklus Hidup
ketika sistem memiliki nilai strategis atau mempengaruhi seluruh organisasi, direktur utama atau eksekutif mungkin memutuskan untuk mengawasi proyek pengembangannya. Saat lingkup sistem menyempit dan fokusnya lebih operasional, kepemimpinan akan dipegang oleh eksekutif tingkat yang lebih rendah seperti wakil direktur utama, direktur bagian administrasi dan CIO.
Komite yang memberikan petunjuk, pengarahan dan pengendalian yang berkesinambungan disebut komite pengarah. Komite pengarah yang mengarahkan penggunaan sumber daya komputer perusahaan dinamakan komite pengarah SIM.
Komite pengarah SIM melaksanakan tiga fungsi utama, yaitu :
·         Menetapkan kebijakan
·         Menjadi pengendali keuangan
·         Menyelesaikan pertentangan.
Tugas dari komite pengarah SIM ini adalah untuk menjalankan strategi yang ditetapkan oleh komite eksekutif dan rencana strategis sumber daya informasi. Keuntungan yang dicapai yaitu :
·     Komputer akan digunakan untuk mendukung pemakai di seluruh perusahaan
·     Proyek-proyek komputer akan mempunyai perencanaan dan pengendalian yang baik.

Konsep Sistem

MODEL
Model merupakan penyederhanaan dari sesuatu. model mewakili sejumlah objek atau aktivitas, yang biasa disebut dengan entitas. manager menggunakan model untuk memecahkan suatu permasalahan.

terdapat empat jenis mode, yaitu :
  1. Model fisik : yaitu penggambaran entitas dalam bentuk tiga dimensi. contohnya seperti boneka, mobil-mobilan, prototype rancangan, dan sebagainya.
  2. Model naratif : Yaitu menggambarkan entitas secara lisan atau tulisan. Contohnya penjelasan tertulis komputer, penjelasan lisan melalui sistem komunikasi.
  3. Model Grafik : Yaitu menggambarkan entitas dengan sejumlah garis atau simbol. Contohnya laporan-laporan, alat pemecahan seperti flowchart, dsb.
  4. Model Matematika :  Yaitu sebagian besar perhatian dalam pembuatan bisnis saat ini tertuju pada model matematika. Keunggulan dari modekl ini ketelitiannya dalam menjelaskan hubungan antara berbagai bagian dari suatu objek.
Dari keempat jenis model tersebut, model memiliki keunggulan antara lain :
  1.   Mempermudah pengertian, yaitu suatu model pasti lebih sederhana daripada entitasnya. Entitas lebih mudah dimengerti jika elemen-elemennya dan hubungannya disajikan dalam cara yang sederhana.
  2. Mempermudah komunikasi, yaitu semua jenis model tersebut berfungsi untuk mengkomunikasikan informasi kepada orang yang telah mengetahuiya, kemudian orang tersebut mengkomunikasikan informasinya kepada orang lain.
  3.   Memperkirakan masa depan. Dibandingkan dengan model-model lainnya, model matematika dapat memperkirakan apa yang terjadi di masa depan, walaupun tidak seratus persen akurat. Ini disebabkan karena model-model lain tidak dapat memberikan kemampuan yang disediakan oleh model matematika.
MODEL SISTEM UMUM
Pendekatan yang dilakukan dalam hal ini adalah berdasarkan penggunaan komputer dalam bisnis, mencakup hal semua sistem informasi di segala jenis organisasi dan sarana yang digunakan adalah model sistem umum perusahaan.
  • Sistem fisik
  1. Arus naterial
  2. arus personil
  3. arus mesin
  4. arus uang
  • Sistem konseptual
  1. Sistem lingkaran terbuka : Sistem yang tidak mempunyai simpul feedback & mekanisme kontrol. Contohnya yaitu Pemanas ruang listrik yang kecil & tidak mempunyai mekanisme pengaturan sendiri untuk memberikan temperatur ruang yang tetap. Bila pemanas ini dipasang maka akan mengeluarkan panas yg banyak atau sedikit.
  2. Sistem lingkaran tertutup : Sistem yang mempunyai simpul feedback & mekanisme kontrol. Perusahaan bisnis yang memiliki simpul feedback & mekanisme kontrol. Simpul feedbacknya adalah informasi. Mekanisme kontrolnya adalah manajemen perusahaan. Manajemen menggunakan informasi sebagai dasar untuk membuat perubahan dalam sistem fisik.
 
Sistem konseptual yang mengendalikan sistem fisik terdiri dari tiga elemen penting, yaitu :
·         Pengendalian Manajemen
Manajemen menerima informasi yang menggambarkan output sistem
·         Pengolah informasi
Mekanisme yang menghasilkan suatu informasi
·         Standar
Ukuran kerja yang diterima, dinyatakan secara ideal dalam istilah-istilah yang spesifik.

Terdapat empat dimensi informasi untuk menentukan output yang harus disediakan pengolah informasi, yaitu :
·         Relevansi
·         Akurasi
·         Ketepatan Waktu
·         Kelengkapan

Management By Exception
Adalah suatu gaya yang diikuti manajer, yaitu manajer terlibat dalam aktivitas hanya jika aktivitas itu menyimpang dari kinerja yang diterima.
Keuntungannya :
1.      Manajer tidak membuang-buang waktu untuk memantau aktivitas yang berlangsung secara normal.
2.      Karena lebih sedikit keputusan yang dibuat, tiap keputusan dapat memperoleh perhatian lebih menyeluruh.
3.      Perhatian dipusatkan pada peluang-peluang, maupun pada hal-hal yang tidak berjalan semestinya.
Powered By Blogger